Manfaat, Pengertian, dan Cara Kerja Dari Alat Instrumentasi Laboratorium

Diposting pada

Kalau kamu sudah mengetahui apa itu laboratorium, maka sudah sepantasnya saya beralih ke pembahasan alat instrumen laboratorium yang sering digunakan untuk penelitian dan praktikum.

Untuk menunjang praktikum maupun eksperimen, maka kamu memerlukan beberapa peralatan khusus di laboratorium instrumen. Selain berguna selama berkegiatan, alat-alat tersebut bisa mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Alat Instrumen Laboratorium

Alat Instrumen Laboratorium

Tidak Semua Laboratorium Memiliki Alat Instrumentasi Laboratorium

Pada perjumpaan kali ini saya ingin membahas tentang alat instrumen laboratorium beserta fungsinya agar sewaktu kamu berkegiatan di dalam laboratorium, kamu tidak merasa asing lagi dengan alat-alat tersebut.
Meskipun tidak semua laboratorium memiliki keseluruhan alat instrumen, seperti:

  • COD atau BOD,
  • Turbidimeter,
  • UV atau VIS,
  • Water Demineralizer,
  • FTIR,
  • Centrifuge, dan lain sebagainya.

Karena harga dari peralatan tersebut terbilang mahal dan tidak terjangkau untuk laboratorium kecil.

Alat Instrumentasi Laboratorium Kimia

Di bawah ini akan saya uraikan beberapa peralatan instrumen beserta kegunaannya yang sering digunakan di laboratorium kimia. Peralatan tersebut terdiri atas:

  • Gelas Ukur yang bisa kamu gunakan untuk mengukur volume larutan dengan cara melihat meniscus secara tepat. Cara membacanya ialah mata harus sejajar dengan gelas ukur, lalu silakan lihat di bagian meniscus bawah untuk menentukan volume larutan.
  • Buret acapkali digunakan untuk mentitrasi larutan, begitu juga dengan pemasangan buret dengan Erlenmeyer. Perlu kamu ketahui jika Erlenmeyer digunakan untuk menampung hasil titrasi. Tangan kananmu untuk memegang dan menggoyangErlenmeyer, sedangkan tangan kirimu digunakan untuk memegang keran buret.
  • Labu ukur bisa kamu gunakan untuk mencampur larutan. Cara kerjanya adalah masukkan larutan ke dalam labu ukur. Silakan simpan labu ukur di lengan kanan untuk sementara, kemudian goyangkan ke arah atas dan bawah agar larutan tersebut tercampur.
  • Lemari asam cara kerjanya harus kamu nyalakan terlebih dahulu di bagian tombolnya. Pada pintu hanya boleh terbuka setengah badan. Lantas gunakan masker dan sarung tangan sewaktu membukanya.
  • Oven dapat digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang sudah kamu gunakan tadi. Hanya saja tidak semua peralatan bisa dimasukkan, pilih peralatan yang tahan terhadap panas.
  • Busen dapat kamu gunakan untuk keperluan penggunaan api. Pada selang busen harus kamu hubungkan dengan keran yang terhubung gas agar bisa mengeluarkan api. Api yang dihasilkan bisa kamu atur sesuai kebutuhan.
  • Kertas indikator memiliki cara kerja yang unik, yaitu untuk melihat perubahan warna yang dihasilkan dari kertas indikator dicocokkan dengan table warna indikator.
  • Centrifuge cara kerjanya adalah memasukkan larutan ke dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut jangan sampai hanya satu saja karena dikhawatirkan larutan yang berada di dalam tabung akan menyembur.
  • Eksikator bisa digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang sudah kamu dinginkan terlebih dahulu silakan dimasukkan ke dalam krus, kemudian masukkan krus ke dalam eksikator.
  • Corong pisah bisa kamu gunakan sesuai dengan cara kerjanya, yaitu dengan memasukkan larutan ke dalam corong dari atas dalam keadaan keran corong tertutup. Silakan goyangkan corong agar larutan tersebut tercampur. Kemudian balikkan corong dan buka kerannya agar gas yang sudah dihasilkan larutan tersebut keluar.
  • Mikropipet dapat digunakan jika kamu menekan berkali-kali thumb knop-nya untuk memastikan lancarnya aliran mikropipet. Sistem kerjanya adalah menekan thumb knop-nya dan masukkan mikropipet ke dalam larutan. Tahan pipet, kemudian lepaskan tekanan pada thumb knop agar larutan keluar.
  • Neraca baru bisa kamu gunakan jika sudah dipastikan bahwa neraca tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Kamu perlu menekan tombol untuk menyalakan neraca, berik alas seperti perkamen sewaktu akan memulai menimbang zat. Jangan lupa untuk memastikan kapasitas minimum dan maksimum bahan yang boleh ditimbang.

Sekian informasi tentang alat instrumen laboratorium. Semoga memberikan jawaban atas pertanyaan yang membuatmu gundah. Sekian dari saya, semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork
(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *