Instrumentasi Industri Kontrol Proses Pada P&ID Instrumen

Diposting pada

Bagaimana instrumentasi industri kontrol proses pada salah satu instrumen P&ID?! Jika kamu memperhatikan, di dalam suatu industri (industri apa pun), adanya instrumentasi menjadi suatu hal yang amat penting bagi kelangsungan proses produksi.

Pada perjumpaan kali ini saya ingin mengulas tentang instrumentasi industri kontrol proses, yang secara umum instrumentasi mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai alat pengukur dan alat kendali atau kontrol.

Instrumentasi Industri Kontrol Proses

2 Jenis Kontrol Pada Instrumentasi Industri Kontrol Proses 

Pada instrumentasi industri, terdapat uraian yang berfungsi sebagai tolak-ukur sampai sejauh mana instrumentasi industri kontrol proses digunakan. Di industri, sistem kontrol amatlah dibutuhkan guna memastikan keseluruhan proses berjalan dengan baik dan lancar. Pengontrolan pada dasarnya meliputi pengontrolan level, kemudian pressuretemperature, dan flow aliran.

Pada instrumentasi sistem kontrol terdapat 2 jenis pengontrolan yang perlu kamu ketahui, yaitu feed forward dan feed back controller. Pengontrolan yang sering digunakan, yaitu pengontrol jenis PID, yang merupakan kepanjangan atau singkatan dari Proportional, Integral, Derivative.

Nah, seperti yang saya katakan pada paragraf kedua tentang dua jenis pengontrol pada instrumentasi industri. Kali ini akan saya tuliskan beserta penjelasannya.

Pembahasan Jenis Pengontrol Pada Instrumentasi Industri Kontrol Proses

Pengontrol Proportional

Pada jenis pengontrolan mampu memberikan peluang kecil terjadinya offset, yaitu perbedaan nilau keluaran atau output dengan set point yang sudah ditentukan, serta akan mempercepat respon.

Namun, pada sistem orde tinggi, sewaktu nilai proportional gain kian besar, maka terdapat kemungkinan terjadinya overshoot dan osilasi.

Pengontrol Derivative

Penggunaan sistem kontrol ini memiliki fungsi untuk meningkatkan kestabilan dan memperbesar redaman, maka akan meminimalisir  terjadinya overshoot. pengontrol proportional dengan otomatisakan merespon dengan cepat dan sistem akan kembali stabil.

Acapkali pengontrol derivative digunakan untuk proses yang lebih lambat, seperti pengontrol temperatur. Pada pengontrolan derivative saja tidak dipakai karena akan memperkuat noise atau sinyal frekuensi tinggi.

Dari kedua pengontrol tersebut bisa dipadukan menjadi pengontrol PID dan dapat menghasilkan output yang memiliki respon lebih cepat, tidak adanya offset, dan sistem yang lebih stabil.

Nilai koefisien dari P, I, dan D perlu dirancang sedemikian rupa agar mampu menghasilkan perpaduan yang pas dan sesuai dengan yang diinginkan. Proses pemilihan nilai yang sesuai ini dapat disebut sebagai “penalaan” atau “tuning”.

Salah satu dari tool yang digunakan untuk memudahkanmu saat bekerja di bidang instrumen enginer adalah Piping & Instrumentation Diagram (P&ID). Pengertian P&ID adalah suatu ilustrasi skematis dari hubungan fungsi antara instrumentasi, perpipaan, dan komponen dari sistem equipment.

Pada dasarnya P&ID merupakan suatu alat bantu yang digunakan untuk menerapkan konsep desain dari suatu proses industri. Nah, untuk mengetahui lebih jelas fungsi dari P&ID, silakan simak poin-poin di bawah ini.

  • Mengetahui dan memahami kondisi pemasangan seluruh peralatan pabrik perpipaan, serta instrumen setiap satuan pengolahan atau proses di pabrik.
  • Mengetahui dan memahami teknis pengerjaan, serta pengolahan atau proses pada tiap-tiap satuan yang terdapat di pabrik tersebut.
  • Digunakan untuk membantu petugas mengoperasikan dan memelihara sewaktu  memahami pelaksanaan penganalisan operasi satuan peralatan.

Penggunaan dan penulisan simbol pada P&ID tidaklah asal-asalan, melainkan harus sesuai dengan standar yang sudah digunakan di seluruh industri di dunia.

Standar yang saya maksud adalah dari instrumen Society of America (ISA), yaitu ISA-S5.1 untuk mengidentifikasi dan simbol instrumentasi industri kontrol proses. Tak heran jika tampilan dari P&ID memiliki instrumentasi dan kontrol yang luas.

Berikut dalam artikel yang lain akan kami paparkan beberapa lingkup instrumentasi dan kontrol

  1. Industri strategis;
  2. Industri penerbangan;
  3. Telekomunikasi;
  4. Kimia;
  5. Perkapalan;
  6. Peleburan baja;
  7. Industri militer; dan
  8. Elektronika,
  9. Industri instrumentasi kedokteran,
  10. Industri proses,
  11. Industri manufaktur,
  12. Biro konsultan,
  13. Jasa konstruksi,
  14. Universitas, dan
  15. Lembaga penelitian.
Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork
(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *