Prinsip Kerja OTIS Well Control

Diposting pada

Proses Kerja OTIS Well Control

OTIS Well Control ~ Gas bertekanan sebagai input supply melewati filter yang fungsinya untuk menyaring kotoran yang ikut dalam gas, masuk ke tiga buah Regulator.

Dua buah Regulator untuk input supply Pompa ( baca: Pompa pada well control panel Otis).

Sedang satunya sebagai pengatur gas supply buat kontrol pilot masuk ke 3-way pneumatic Relay.

OTIS Well Control

Pada relay ini tekanan kontrol bercabang dua, yaitu:

  1. Sebagai penggerak untuk membukanya “U” Valve (SSV) dan Motor Valve.
    1. Untuk Well Platform yang mempunyai banyak sumur, otomatis mempunyai banyak SSV kontrol panel yang terdiri dari kumpulan 3-Way Pneumatic Relay.
    2. Tekanan kontrol dari relay pada Hydraulic Well Control Panel adalah sebagai “input supplySSV panel.
    3. Kemudian diteruskan ke masing-masing “U” Valve dari tiap-tiap sumur.
  2. Sebagai Kontrol Pilot, Kontrol Pilot ini sebagai input supply dari “sensor” yang menunjang Well Shutdown System.yaitu:
    1. Otis “P” Pilot,
    2. Fusible Plug
    3. ESD Valve.

Tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh masing-masing Pompa menjadi satu hidrolik header.

Disini yang mempunyai tekanan yang lebih tinggi adalah yang dominan, sedang pompa yang memiliki tekanan lebih rendah sebagai pembantu apabila pompa yang satunya rusak.

Tekanan yang tinggi tadi tidak bisa masuk ke saluran keluar (discharge) dari pompa yang mempunyai tekanan lebih rendah karena adanya ” Check Valve“.

Biasanya , pompa nomer 1 yang dilengkapi dengan tangki sebagai pompa pembantu.

Tekanan hidrolik ini masuk ke Hydraulic 3-Way Valve ke port “NC” artinya bila diapragma dari 3-Way Valve ini belum menerima supply dari relay maka tekanan hidrolik masih ter-blok di valve ini.

Bila tekanan ini makin tinggi sehingga hidrolik akan kembali ke reservoir sehingga didapat lagi tekanan dibawah 6000 PSIG.

Jika diapragma dari Hydraulic 3- Way Valve ini sudah mendapat supply dari relay ( kurang lebih pada tekanan 80 PSI) maka tekanan hidrolik akan diteruskan menuju ke SSSV terbuka.

Apabila salah satu sensor bekerja artinya dalam keadaan darurat, misalnya terjadi kebakaran maka kontrol pilot yang menuju ke Fusible Plugs akan terbuang ke atmosfir.

Sehingga keseimbangan tekanan pada relay terganggu dan ini akan mengakibatkan input supply yang menuju SSV dan Hydraulic 3-Way Valve terbuang.

Hal itu mengakibatkan:  

  • “U” Valve tertutup, sehingga aliran sumur terhenti.
  • Motor Valve tertutup, sehingga gas bertekanan tidak mengalir ke casing.
  • SSSV akan tertutup dan tekanan hidrolik akan kembali ke reservoir melalui Hydraulic 3-Way valve. 

Hal yang sama akan terjadi bila “P” Pilot dan ESD valve bekerja.

Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork

(Visited 26 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *