Prinsip kerja dari Process Shutdown System

Diposting pada

Prinsip Process Shutdown

Proses pada 3-way valve

Prinsip Process Shutdown ~ Bila semuanya dalam keadaan normal artinya tekanan dan level di Separator sesuai dengan yang kita kehendaki maka tiap-tiap dipragma dari 3-Way Valve mendapat tekanan sebesar 20 PSI dari masing-masing switch dan ESD sehingga ada hubungan antara “Common” dan “NC“.

Dan hal ini mengakibatkan gabungan dari 3-Way Valve saling berhubungan, sehingga diapragma dari 3-Way Valve yang pada akhirnya mendapat gas / udara bertekanan sebesar 20PSI.

Demikian pula supply 100PSIG diteruskan ke inletSDV sehingga valve tersebut membuka.   Gas dan udara bertekanan tinggi ini juga dihubungkan ke ” Electrical Pressure Switch” untuk “Alarm System“.  

PSHL

Seandainya PCV tidak bekerja dengan baik misalnya “stuck closed” maka tekanan di Separator akan naik terus. Dan bila tekanan mencapai “setting high” dari PSHL maka output pressure dari PSHL akan hilang (0PSIG).  

Prinsip Process Shutdown

Sehingga “Common” dan “No” dari 3-Way Valve kepunyaan PSHL akan saling berhubungan dan supply yang menuju diapragma dari 3-Way Valve yang terakhir akan terbuang.  

SDV

Dan ini menyebabkan supply yang menuju ke SDV terbuang pula, sehingga SDV akan menutup. Kejadian yang sama akan terjadi bila tekanan di separator turun terus sehingga mencapai “setting low” dari PSHL.

Dengan prinsip kerja yang sama SDV akan tertutup bila terjadi level yang tinggi / rendah dari ESD.

Dengan tertutupnya SDV yang berarti gas / udara bertekanan yang ke valve tersebut terbuang ini akan mengoperasikan juga ” Electrical Pressure Switch” yang biasanya dihubungkan ke Alarm Panel sehingga alarm berbunyi dan operator yang jaga dengan segera dapat mengetahui keadaan darurat ini.

SSV

Dalam instalasi Surface Safety Valve Shutdown System, lubang A disambungkan ke catu udara, lubang B dihubungkan ke SSV dan lubang C dihubungkan ke Hi-Low Valve.

Untuk mengaktifkan valve ini, setelah catu udara bertekanan mengisi ruangan dibawah diapragma dan cukup kuat melawan pegas. Ini ditandai dengan handel tetap keluar dan quick exhaust dalam keadaan tertutup.

Catatan: Lubang C atau dalam hal ini Hi-Low Pilot dalam keadaan tertutup dan lubang B sudah disambung ke SSV.

Apabila lubang C dibuka, maka tekanan ke udara dibawah diapragma akan turun dan tidak kuat lagi menahan / melawan kekuatan pegas.   Akibatnya handel akan turun kebawah dan lubang quick exhaust akan terbuka, sehingga seluruh udara bertekanan dari lubang B akan keluar secara cepat.

Meskipun saat itu catu daya masih diberikan, tetapi tidak cukup cepat untuk mengisi bagian bawah diapragma.SSV jenis ini dilengkapi lock-out cap yang berfungsi untuk menahan valve-stern tetap kebawah (valve tetap terbuka).

Biasanya dilakukan pada saat mengadakan perawatan instalasi, sementara aliran minyak dari sumur tetap beroperasi.  

Keistimewaan Safety Valve

Safety Valve jenis ini juga mempunyai keistimewaan dapat digerakkan dengan menggunakan gas atau udara yang di kontrol.

Disini tenaga penggerak diambil dari bagian output, dan tekanannya diturunkan melalui regulator. Cara kerja keseluruhannya sama dengan apabila tenaga diambil dari tempat lain.

Masalah yang akan timbul adalah valve ini tertutup, maka supply gas atau udara juga berhenti, sehingga valve ini harus dibuka dengan bantuan hand wheel yang dipasang pada bagian atas valve ini.

Setelah valve terbuka dan sudah ada tekanan gas atau udara yang menahan piston kebawah, maka hand wheel harus dinetralkan kembali agar dalam kondisi tidak normal valve ini dapat menutup kembali.

Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan ini adalah produk yang di kontrol. Apabila valve dengan instalasi seperti diatas digunakan untuk mengontrol gas yang mudah terbakar, pada daerah disekitarnya yang masuk dalam kategori klas-1, sehingga peraturan keselamatan kerja harus benar-benar diperhatikan.

Instrumentasi dot Info member of Abi NetWork

(Visited 194 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *